Kamis, 31 Juli 2008

IMMANUEL KANT DAN AF’IDATUSSOFA

IMMANUEL KANT DAN AF’IDATUSSOFA
Immanuel Kant adalah seorang tokoh penting pencerahan. Ia memberikan definisi yang cukup jelas dan sangat bermakna.
Menurutnya, pencerahan itu sendiri adalah :
Keluarnya manusia dari ketidakmatangan yang diciptakannya sendiri. Sedangkan ketidak matangan adalah ketidak mampuan seseorang untuk melakukan akal-pikirannya tanpa bantuan orang lain. Ketidak matangan semacam ini terjadi bukan karena kurangnya daya pikir, tapi kurangnya keberanian untuk menggunakan pemahaman sendiri. Motto pencerahan menurut Immanuel Kant adalah SAPERE AUDE! Beranilah menggunakan pemahaman sendiri (KANT, what is enlightment? 1990)
Dari situ kita mampu merasakan apa yang dimaksud dengan Kant. Kant menganggap bahwa pencerahan bukan semata-mata kondisi intelektual di mana seseorang merasa terbebaskan untuk berpikir dan sanggup melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Yang dimaksud “bantuan dari orang lain” di sini adalah penggunaan otoritas luar secara berlebihan sehingga menghalangi seseorang untuk berpikir independent. Ini dari pencerahan bukanlah pemikiran itu sendiri, tapi baimana seseorang berani untuk menggunkana akal pikirnya.(Assyaukaine.com)
Jadi menurut saya, pencerahan yang dimaksud Immanuel Kant adalah tentang pemikiran yang jernih tanpa ada paksaan. Yang memacu seseorang untuk berpikir sesuai dengan logika dan penalarannya sendiri. Sihingga yang ada dalam otaknya bukan hanya pemikiran-pemikiran dari orang. Tapi ia juga mampu menggunakan akal dan pikirannya sendiri. Seseorang sudah mencapai sebuah pencerahan jikalau ia sudah berhasil dan berani mengutarakan pendapat dan pemikirannya sendiri. Terlebih jika seorang tadi melakukannya sendiri. Maka tak lain ia sudah mencapai titik sebuah pencerahan yang nyaris sempurna.
Secara tidak sadar, pencerahan seperti ini telah ditanamkan di sekolah kami. Dimana setiap harinya siswa bisa bebas mengeluarkan pendapat dan berani mengutarakan apa yang difikirkannya sendiri. Melakukan hal-hal yang diinginkan tanpa suruhan dari orang lain sudah menjadi hal yang biasa. Tak ada larangan untuk berpikir independent. Jadi siswa tidak pernah dituntut untuk menggunakan otoritas luar secara berlebihan. Siswa juga terbiasa menggunakan pemahanmannya sendiri atas suatu hal yang sedang dihadapinya.
Coz that, SAPERE AUDE, Yuuuuuuuuuuk!!!!

3 komentar:

Admin mengatakan...

Assalaamu'alaikum Fina.

Pertama kali ketemu blog Fina ini yang satunya, aku kaget. Krn, dbawah pic-nya ada tulisan "Jujurlah Pada Hatimu". Padahal 3 menit sbelum mampir ke blog ini, aku barusan menulisknnya di sub nama blog-ku. Kmudian aku baca tulisan2 Fina, wuh, hebat abis, sweer. Salut deh. Akhir-akhir ini aku sering ketemu blog-blog ABG seperti Fina yang berbakat, sperti blog Fathia di Multiply. Aku seneng banget kalo mmpir k blog sperti ini , krn bisa nmbah semangat. Dan akhirnya aku tuliskan di blogku, tntang ABG brbakat sperti Fina dan Fathiai ni, dengan judul ANAK ISTIMEWA ? KENAPA TIDAK...!. Okeh, terus berkarya ya Fina. Terus gerakkan jarimu diatas keyboard. Ngomong2 ini apa adiknya Nasif yo.Nasif kapan balik ke Mesir?

K-LINK mengatakan...

ini dari lek im yo raihlah cita-citamu yang penting kita jangan sampai membatasi akal kita sendiri karena sudah jelas dalam Al Quran tidak sedikt penekanan pengunaan akal dan disinilah filsafat berperan untuk mengunakan akal yang objektif. Slamat berjuang

Fina Af'idatussofa mengatakan...

Mohon maaf karena jarang buka blog ini. Lama sudah akun ini terpenjara, tidak bisa dibuka... Hehe matursuwun supportnya..

Iya Lek Fina masih terus belajar.. :)