Ini minggu yang cukup melelahkan. Tapi ini tak ada apa-apanya jika disbanding jihadnya Mujahid dan Mujahidah yang rela shahid di jalan-Nya. Terang saja, lha wong hari ini aku cuma melakukan kegiatan mingguan. Nyuci sekumpulan baju-baju kotor. Karena di hari-hari biasa, rasanya tidak membiarkan aku kelelahan nyuci. Karena pikiran sering berlarian ke sekolah. Juga dikarenakan males juga sih. Huh! Dasar. Masih suka males aja nih. Sebel gua…
Tapi ini minggu yang istimewa bagiku. Seperti biasa, jam tujuh lewat adalah waktuku melakukan kegiatan mingguan sama Mbak Amik. Temanku dari kecil yang sudah dua tahun ini mengambil tabungan milik RT kami sebagai tabungan koprasi. Kali ini Mila ikut menemani. Juga ada Arin. Anak Mojokerto yang baru kemarin sore menjadi anggota di Pondok Family milik Season.
Setelah mengambil tabungan dari rumah ke rumah, anak season makan sambil nonton TV barang sebentar. Seperti biasa, tiap pagi begini pasti lengganan gorengannya Ulfa (temanku dari kecil yang juga sekelas sama aku). Biasanya Kang Fidin membelinya di rumah Mbah Lam.
Usai makan, kami sepakat untuk berkumpul di teras. Rapat season kali ini membicarakan masalah kamar. Semenjak kepergian lima anak season I, pemilik kamar satu dan kamar yang lain memang tidak jelas. Almari-almari juga masih tidak jelas. Milik Putri, Laras dan Hana, almarinya malah di kamar Khusnul. Almari Tia malah di kamarku sama Mila. Dan milik Mila malah di kamar Putri cs.
Kalau lagi awal-awal gini sih masih mendingan tidak ribet. Tapi nanti kalau udah lama, bisa dipastikan adanya keributan. Belum lagi kalo missal malem-malem mau ngambil sesuatu di lemari. Musti gedor-gedor pintu dulu. Dan mengganggu ketenangan istirahat pastinya.
Beberapa waktu yang lalu, dengan sendirinya penempat kamar bisa terbagi. Hana satu kamar sama Putri dan Laras karena mereka memang nyambung kalau ngobrol. Begitu pula denganku dan Mila. Tia pindah ke kamar depan karena dia paling nyambung sama Khusnul. Dan Arin, sebagai anak baru dia menempati kamar Khsunul.
Kamar Khusnul…
Dialah orang pertama yang sah menempati kamar depan. Dari dia kelas satu SMP. Dari ketika dia masih sering tidur sendiri, sampai ditemani Dian serta Vita, kemudian ditemani Tia dan Arin. Kamar yang dulunya merupakan tempatku berekspresi ini, kini menjadi kamar bersejarah bagi Khusnul dan bagi anak season dan keluargaku tentunya.
Hmmmmmmmm…
Rapat kali tak berlangsung lama. Kami langsung susun strategi untuk pembagian kamar sekaligus peletaan lemari yang tepat di ruang masing-masing.
Rencana, lemari Hana cs akan dipindah di kamarnya. Mila menggunakan lemari Wikan yang ditinggal di kamarku. Dan Tia menggunakan lemari Vitri yang masih ditinggal di kamar Hana cs. Dan rencana lemari itu akan dipindah ke kamar depan.
Sudah jelas. Kamipun bergerak.
Di kamar depan, lemari milik Hana cs dikeluarkan. Dan di kamar sebelahnya lagi mulai mengeluarkan semua yang ada di kamar. Termasuk kasur dan benda-benda lain. Perpindahan lemari satu dan lemari yang lain berjalan dengan lancar. Pembersihan kamar juga lancar-lancar saja. Aku hanya ikut sebentar saja. Karena hari ini aku harus nyuci banyak baju.
Setelah nyuci, aku ke depan TV. Anak-anak yang lain juga sudah istirahat. Nonton TV sebentar, kemudian mandi. Setelah mandi tidur… Fiuh… aku tidur pulas siang ini. Begitu bangun, kulihat Mila sudah tidur di sampingku. Begitu aku beranjak, kurasakan keheningan di rumah. Rupanya anak season lain juga tidur. Mungkin pada kecapean.
Lama setelah bergeming, aku sholat dzuhur. Setelah sholat kuhidupkan computer. Berharap siang ini mendapat berbagai inspirasi untuk menulis. Tapi sebelumnya aku sudah berniat mau membuka blog Pak Doni yang beberapa saat lalu sempat kucopy. Kubaca tulisan di dalamnya.
Aku terhenyak sek
Aku menyentuhnya. Meja itu.
Dan seperti membuka gerbang waktu. I can feel it. Sebuah energi tiada terputus...
untuk selalu berkarya dan berkarya.
Dan seperti membuka gerbang waktu. I can feel it. Sebuah energi tiada terputus...
untuk selalu berkarya dan berkarya.
Itu tulisan awal dari tulisan yang berjudul MEJA KERJA ITU. Entah kenapa hatiku tambah teriris. Aku berusaha membaca tiap tulisan di dalamnya. Dan tak kupungkiri, bahwa manusia biasa sepertiku merasa istimewa begitu membaca tiap kalimat.
Banyak kalimat yang membuatku cukup termotivasi.
Aku inget pesen Ibu. Intinya terlalu larut dalam sanjungan itu tidak baik. Maka dari itu, apapun yang kuterima itu adalah motivasi. Yah! Semuanya motivasi to be better than before.
Semangatku menyalak! Ternyata membuat blog itu menyenangkan. Apalagi menuliskan sesuatu untuk menyemangati orang lain… Hmmm… kelihatannya mengasikkan. Aku akan coba to continue nulis blog.
Membuat berharga orang-orang pernah ditemui memang sangat indah. Karena ciptaa-Nya itu selalu indah. Maka mendefinisikan keindahan adalah kepuasan batin yang menyenangkan.
Inilah salah satu cara untuk menikmati hidup.
Hmmm… mungkin karena ini juga, aku senang bertemu dengan orang-orang yang romantis. Karena sepertinya mereka sangat menikmati kehidupan ini.
Aku akan berusaha untuk terus menikmati ini semua…
Aku harus belajar bersyukur…
^_^
SEMANGAT!!!
Lillah…
Bimbinglah aku menulis ya Allah.
Agar tidak terlalu banyak terjadi kecacatan.
Bantu hamba menulis, Robb
Agar tulisanku lebih banyak manfaatnya.
Bantu hamba merangkai kata, ya Rochman..
Agar semua tulisan ini bisa kupertanggung jawabkan dengan baik di hadapan mereka dan terutama hadapan-Mu.
Ridho-Mu kucari selalu…
With love,,,
-Fina_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar