
CINTA ITU…?
Cinta adalah karunia-Nya
Bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma
Jika cinta tak dipelihara
Cinta adalah karunia-Nya
Bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma
Jika cinta tak dipelihara
CINTA;The FIkr
Dari zaman ke zaman, kalo udah ngomongin soal ‘cinta’ emang nggak pernah ada habisnya. Setiap orang memiliki penalaran tersendiri terhadap hal yang satu ini. Untuk menghadapi hal ini, tiap orang juga punya cara masing-masing. Tapi harus tetep satu tujuan, mempertahankan kesucian hati.
Mulai tertarik pada lawan jenis. Entah itu karena wajahnya, suaranya, tutur katanya, atau hatinya. Mulai simpati pada seseorang, Nah loh udah mulai keluar tanda-tanda tuh. Apalagi neh, pengennya ketemu ma tuh orang, pengen deket, pengen ambil simpatinya, pengen memperhatikannya selalu, dan lain-lain dan yang aneh-aneh. WUAH KACAU NEH, MULAI KENA PENYAKIT CINTA.
But don’t worry! Cinta itu nggak liar kok. Tenang deh, yang paling penting itu adalah diri kita. Jadi, cinta nggak bakal jadi soal kalau kita pinter menjaga hati. Tu dia yang paling penting.
Menjaga hati berarti juga mulai menjaga pikiran, menjaga mata, dan juga menjaga tingkah laku. So pasti tuh.
Cinta itu adalah suatu hal yang jika terlalu dipupuk malah akan semakin menyakitkan. Tanpa sadar membuat kita berubah sedemikian drajat. Mungkin kita tidak menyadari, tapi itu kenyataannya. Yang kadang kala si pendiam bisa jadi cerewet, si cerewet jadi pendiam. Demi apa coba? Demi apalagi kalau bukan demi menarik simpati orang yang disuka. Kadang malah ada yang mendadak suka bahasa Inggris gara-gara si doi lihai banget ngomong nyerocos pakek inggris.
Mulai tidak mengenali diri. Semisal dulu nggak suka sama lagu pop, mendadap bisa ngefans abis sama lagu pop. Cuman gara-gara si doi suka banget sama lagu kaya gitu. Itu semua reflex terjadi. Setelah rasa suka pada doi ilang??? Nah, lo bakal nemuin diri lo lagi.
Nggak usah repot-repot berubah buat narik simpati doi, nggak perlu lagi pakek sok nyamain si doi. Kalo emang doi nggak sreg sama kita, ya pasti nggak bakalan mempan cara gituan. Kalo dengan cara kita berubah, kita jadi lebih baik sih.. WHY NOT. Tapi kalo kita berubah malah jadi yang enggak-enggak, ya mending kagak usah. Mana ada untung sih?
Sekali lagi, kita musti bisa memenej cinta sekeren mungkin. Jangan sampai cinta membuat bancana untuk kita. Labuhkan segala cinta kepada Pusat Segala Cinta yaitu Allah SWT. Yang selama ini memberikan cinta tak ternilai untuk kita. Kita wajib menyadari hal itu. Menyayangi hamba-Nya memang suatu hak, bahkan anugerah yang diberikan-Nya. Tapi jangan sampai kita mencintai doi lebih dari kita mencintai Allah. Karena kalau sampai kita lebih mengutamakan doi ketimbang urusan dengan Allah. Dijamin, hidup nggak bakal nyaman. Rasanya pasti gelisah mulu. Rasanya pengen ketemu doi terus, udah ketemu… rasanya pengen deket. Udah deket, rasanya nggak mau pisah. Pokoknya nggak bakal ada puasnya. Orang yang nggak mau menjaga hati, bakalan nggak pernah merasakan indahnya cinta itu sendiri.
Coba lihat orang-orang yang terbiasa menjaga hati. Hidupnya tak pernah disesaki kegelisahan. Ketika lagi sayank sama doi, curhat sama Allah. Ketika lagi seneng, curhat sama Allah. Ketika lagi rindu, curhat lagi sama Allah. Ketika ketemu doi, ingat sama Allah. Biar kita nggak macem-macem and bisa menjaga hati dan tingkah laku di depan doi. Dengan terus mengingat Allah, maka so pasti kita bakalan ngerasa makin deket sama Allah. Dari kedekatan itulah akan muncul keindahan cinta yang hakiki. Benar-benar merasakan kenyamanan berada dalam lingkup cinta-Nya. Seperti selalu di awasi dan selalu diperhatikan. Merasa lebih memiliki arti cita yang sebenarnya.
KALAU UDAH JATUH CINTA???
Hal yang perlu kita lakukan kalau kita jatuh cinta adalah tetap menjaga hati. Berusaha menjaga tingkah laku kita. Yang pasti jangan pernah mendramatisir perasaan yang ada. Semisal mulanya kita sukanya sama doi nggak seberapa. Nah karena kita terlalu menganggap berlebihan. Maka seiring waktu yang berjalan, perasaan itu akan tumbuh, tumbuh, semakin liar, semakin liar dan akan menyengsarakan diri kita.
Kalau cinta tak terkendali. Yang ada cinta itu kita membawa luka memar di hati kita.
Dan yang pasti, kalau udah jatuh cinta. Mulailah menyibukkan diri dengan hal-hal yang membuat kita melupakan kehadoran doi di hati kita. Jangan sampai bayang-bayang doi menggelayuti hari-hari kita. Kalau tiap hari, otak kita cumin buat mikirin doi, walhasil yang kita peroleh adalah ladang kemalasan yang nggak aka nada habisnya.
Jika udah terlanjur jatuh hati, yang terpenting nggak usah repot-repot berusaha melupakan doi supaya perasaan kita hilang. Maksudnya, nggak usah mikirn cara buat melupakannya. Coba bayangin aja, kalo tiap hari kerjaan kita cuman cari strategi buat ngelupain doi. Yang ada kita malah keinget terus sama doi. Ya nggak? Udahlah enjoy aja lagi. Perasaan suka itu kan wajar. Jadi dianggap biasa aja. Nggak usah terlalu didramatisir and nggak perlu sibuk nyari strategi buat ngelupai dia. Dia itu kan bukan untuk dilupakan, tapi kehadirannya dalam hati juga bukan untuk dipelihara.
Bersikap bisa, menyikapi semuanya dengan cara sebijak mungkin. Mencoba mengenali diri sendiri. Dan mencoba mengendalikan diri.
Yah memang perlu disadari, remaja kaya kita-kita ini emang rentan hubungan sama lawan jenis.
Perasaan cinta memang merupakan fitrah. Nggak ada yang bisa nolak perasaan seperti itu. Tapi semua kembali pada kita, tergantung bagaimana kita menyikapi hal itu.
Mau jadi apa kita kalau tiap hari yang diinget cumin doi mulu. Terus, kapan waktunya kita inget Allah??? Nah lo… yang musti kita tekankan pada diri kita adalah, berikut ketika kita mencintai ribuan orang sekalipun, Allah tetep musti jadi yang numberone. Jadi biar ribuan orang tertanam di hati kita, yang nggak boleh dilupakan adalah Allah. Jangan mentang-mentang mikirin doi, jadi lupa sholat!!! Wuah muke gile lu, kalo lu sampe kaya begono.
Kisah cinta kita bakalan jadi hebat dan indah kalau dalam setiap hembusan nafas orang jatuh cinta, selalu dibasahi oleh dzikir.
Selalu menenangkan hati, membuat diri selalu tenang, menentramkan jiwa, mendamaikan pikiran, berusaha untuk menghindar dari hal-hal yang dilarang agama. Berusaha untuk tetap kuat iman, men. Kita-kita ini emang masih remaja, tapi nggak ada salahnya kalo udah tau cinta sejati. Yup cinta for Allah, that always know us. Asal kita pada tau aje, Cuma Allah yang bisa ngertiin kita, Cuma Allah yang tau perasaan kita. Dan Cuma Allah yang mampu menghibur kita.
Perasaan cinta itu tidak perlu dimatikan, yang penting kita musti pintar memenej agar hal itu tidak menghambat kita buat berjuang untuk agama dan masadepan. Ya nggak seh???
Nah? Trus, apa makna cinta menurutmu? Marilah kita berpikir bersama…
Seseorang yang sudah menyentuh hidup kita, adalah pasti sudah menjadi orang yang berarti untuk kita. Jika pada akhirnya kita sakit hati karena dia, jangan sepenuhnya menyalahkan dia. Yang telah ada adalah untuk dijaga, tetap tahankan prinsip untuk menyikapi semuanya dengan biasa dan wajar-wajar saja. Dengan tetap berusaha mengetahui hakikat daripada cinta itu sendiri.
Tumbuhnya cinta itu tidak mengenal umur. Dan untuk remaja yang memang belum siap nikah, lebih baik menjaga hati untuk tidak terbawa arus. Kita harus tetap berpikir kedepan dengan tetap mempertimbangkan baik dan buruknya. Coba bayangkan kalau kita suka dia, nanti kedepannya gimana ya? Bagaimana kalau missal ternyata dia nggak suka kita? Apa yang harus kita perbuat untuk hati kita biar nggak terlalu sakit? Nah, kalau ternyata dia suka sama kita? Apa yang mau kita perbuat untuk tetap menjaga hati?
Pacaran??? Wuaw.. kalau itu juga nggak boleh main-main. Musti dipikirin, kedepannya seperti apa. Nikah? Ya kejauhan lah… trz??? Masa pacaran untuk putus???
Yow… hokum pacaran sendiri itu bagaimana???
Kira-kira boleh nggak ya berhubungan atau menjalin komitmen dengan lawan jenis yang belum halal???
Bukankah kita juga dianjurkan untuk menundukkan pandangan?
Nah lhow! Menundukkan pandangan aja masih susah, masa mau menjamah dosa yang lain.
Tapi kan cinta? Ini namanya perasaan? Dan yang menciptakan perasaan kan Allah..
Yupz… Allah yang menciptakan cinta, dan Allah pula yang akan memintai pertanggung jawabannya.
Yang pasti kalau udah jatuh hati, kita musti belajar menahan diri. Mulai mempertimbangkan mana yang dosa dan mana yang bukan. Agar rasa sayang itu tidak tercemari oleh bisikan-bisikan setan yang begitu halus.
Rambu utamanya adalah hindari fitnah. Baik itu fitnah di Masyarakat atau fitnah hati. Fitnah masyarakat misalnya jalan berduaan. Fitnah dalam diri, misalnya kontak mata.
Ketemuan? Dosa. Main bareng? Dosa. Maka Nikahlah yang malah bakalan dapat pahala.
Kalau ta’aruf???
Hmm… kita musti tahu arti ta’aruf yang sesungguhnya. Ada banyak orang menyalah artikan ta’aruf dan malah menjadikan “kedok” atas sebuah dosa yang orang lazim menyebutnya pacaran.
Pacaran islami ada nggak???
Ya tidakzlah. Yang pasti islam tidak pernah menganjurkan hubungan sebelum pernikahan…
Sebenarnya tidak ada kamus resmi yang membahas ini-itu seputar pacaran. Yang dalam menilai dosa-tidaknya adalah hati. Keep open mind and an open heart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar